Cuaca ekstrim di bulan maret menurut BMKG curah hujan di beberapa wilayah di Jawa Timur sangat tinggi. Minggu ini cuaca ekstrim melanda wilayah kabupaten Kediri yang mengakibatkan hujan sangat lebat disertai angin kencang.
Akibatnya beberapa wilayah kabupaten Kediri terjadi tanah longsor. tanah longsor yang melanda kali ini yaitu di desa pamongan dan Ngetrep Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri. Dua Desa tersebut berada di perbatasan Kediri - Tulungagung yang 2 hari sebelumnya jembatan penghubung dua kabupaten tersebut putus.
Tanah longsor di dua desa tersebut selain menimpa rumah warga juga mengakibatkan sarana air bersih terputus. Masyarakat dengan segera berupaya membenahi semampunya agar akses air minum itu bisa segera diatasi. hasil identifikasi Pemerintah Kediri bersama PAMSIMAS Kediri atas kerusakan pipa distribusi air ini mencapai ratusan juta di dua desa tersebut.
Dua desa intervensi Progam Pamsimas tersebut harus segera mendapatkan penangan dan bantuan khususnya dalam pemenuhan air layak yang rusak akibat bencana longsor tersebut.
Pada tanggal 6/03/2017 Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman ( DPKP) Kab. Kediri disela kesibukan menghadapi BPK-P menyempatkan kordinasi dengan Tim PAMSIMAS Kediri terkait penanganan bencana ini.
Dengan cepat identifikasi kebutuhan harus dilaksanakan. penyusunan Anggaran biaya yang dibutuhkan segera ada, untuk segera ditangani persoalan warga kekurangan air bersih ini. Tidak hanya DPKP, untuk merealisasikan kebutuhan desa tersebut dimungkinkan dari Dinas lain atau bantuan dari CSR Perusahaan, arahan Siswo wicaksono DPKP Kediri.
sekitar wilayah gugusan dari Gunung Wilis harus juga waspada, hujan terus-menerus yang melanda dimungkinkan akan terjadi di desa lainya. dan juda tidak hanya dua desa Ngetrep dan Pamongan yang harus di fokuskan, akan tetapi seperti desa Parang Kec. Banyakan Kab. Kediri yang terlanda banjir bandang juga wajib diinvetaris kebutuhan pipa distribusi air sehingga masyarakat segera mendapatkan akses air yang layak, tambahnya.
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)


0 comments:
Post a Comment